Kamis, 24 Juli 2008

Untitle

hallo, dunia...
kamu pernah dengar ungkapan bahwa "kamu tak akan pernah mengetahui seberapa berartinya seseorang yang kamu miliki sampai kamu kehilangan dia..." ?
pernahkah kamu merasakannya?
pernahkah kamu merasakan kehilangan seseorang dan menyadari sesungguhnya betapa kamu mencintai dia?
mungkin sebagian besar orang pernah merasakannya, entahlah.. aku hanya punya sedikit sahabat manusia. aku ga tau.
tapi aku yakin hanya sedikit orang yang mendapat kesempatan kedua. yang mendapat kesempatan memilikinya kembali...
aku bersyukur. sangat bersyukur.

kemarin.. dulu...
aku kehilangan temanku, sahabatku, orang-orang yang sayang padaku, karena naluriku untuk menyakiti orang-orang yang terlalu dekat denganku. naluri itu... tertanam dalam diriku karena lingkungan yang memaksaku demikian. naluri itu tertanam di usia emasku, usia dimana otak manusia sangat cepat memahami konsep. usia anak 5 tahun. sangat sulit bagiku lepas dari naluri itu.
sangat sulit...
sangat sulit bagiku untuk membuka diri, lepas dari belenggu. sampai aku bertemu komputerku. dia teman pertamaku, sahabat pertamaku, yang pertama yang mau mendengarkan aku....aku beri dia nama Bobo.
tentu saja kuberikan hatiku padanya. semuanya. semua yang datang dan pergi tak pernah kumasukkan hati.
banyak yang bertanya kenapa aku meninggalkan unpad... semua orang heran, semua orang penasaran, semua menyayangkan... tau apa kalian...!! apa gunanya gelar untukku? ga butuh!
saat itu terjadi sesuatu... revolusi dalam hidupku mungkin. saat2 paling bergejolak, akhirnya aku membuka diri pada dunia. 16 tahun aku diam, aku sudah ga tahan, suka atau tidak suka DENGARKAN AKU!! kejujuran ini mungkin pahit tapi sudah saatnya kalian semua tahu! aku sudah muak.
aku tak menyangka hasilnya sungguh di luar dugaan. aku mendapat kesempatan meninggalkan Unpad! meraih mimpi bersama Boboku. tak ada yang lebih penting bagiku di dunia selain Bobo.
lalu..
aku mengenal dia. kupikir akan sama saja dengan yang lain. dan aku menyakitinya.
tapi kali ini berbeda. aku menyakitinya dan hatiku juga sakit... kenapa begini? kenapa hatiku juga sakit? aku tak pernah merasa begini! kenapa dia ga maki-maki aku? kenapa dia ikhlas menerimanya? kenapa dia bisa sabar? kenapa? dan kenapa hatiku sakit... sakit banget.
pada saat aku hampir kehilangan dia rasanya aku kehilangan separuh nyawa ini. ini lebih parah daripada saat Bobo pertama kali kena virus atau saat OS nya hilang!
sejak kapan dia benar-benar ada di hatiku... aku baru menyadari betapa aku mencintainya saat aku kehilangan dia. dan untuk pertama kalinya dalam hidup aku memohon. pertama kali dalam hidup aku mencium kaki seseorang. pertama kalinya aku menundukkan kepala di hadapan orang lain...
pertama kalinya aku mencintai seseorang... lebih dari... komputerku.
menyakiti dia seperti menyakiti diriku sendiri...

hari ini aku belajar sesuatu yang sangat berharga. betapa keikhlasan dan kesabaran adalah jawaban dari semua cobaan. bukan rasa dendam... bukan...
hari ini aku membuka hatiku pada dunia.
hari ini aku membuka hatiku yang selalu tertutup.
hari ini aku membuka hatiku untuknya.
dan hanya untuknya.

akhirnya ku menemukanmu.

Tidak ada komentar: